Senin, April 19Barru dalam Genggaman
Shadow

Sudah Ada Warga Mengadu, DPRD Barru Gelar RDP dengan PT.Mitra Hijau Asia

FOTO: Anggota DPRD Barru Syahrul dan Rusdi Bucek, usai RDP PT.Mitra Hijau Asia

RADARBARRU.COM--Dewan Perawakilan Rakyat Daerah Barru, melakukan rapat dengan pendapat dengan PT.Mitra Hijau,
di Kantor DPRD Barru, Rapat Dengar Pendapat Komisi 1 dan Komisi 2 DPRD.

Rapat tersebut terkait pembangunan pengelolaan limbah B3 di Garongkong rapat tersebut yang dipimpin Kamil Rudding, Wakil Ketua-1 DPRD Kabupaten Barru.

Wakil Ketua DPRD Barru Kamil Rudding mengatakan DPRD Barru telah melakukan konsolidasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan terkait pembangunan pengelolaan Limbah B3 di Kabupaten Barru.

“Sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang mengadu di DPRD Barru, makanya DPRD mengambil keputusan mengadakan RDP dengan pihak PT. Mita Hijau Asia,” kata Kamil Rudding.

Terkait proses dampak yang di timbulkan oleh pengelolaan limbah tersebut, output dikemanakan nantinya,
kami di DPRD belum tau bagaimana pengelolaan limbah ini.

Berbicara soal Limbah yang dampaknya ke Manusia dan berapapun kontribusinya masuk, kalau berdampak persoalan nyawa manusia tunggu dulu.

“Kami dari DPRD meminta kejelasan terkait keberadaan pengelolaan Limbah B3 ini,” ucap Kamiruddin.

Sementara Syamsul Rijal Anggota DPRD Barru mengatakan mekanisme investasi ini apakah sudah sesuai dengan izinnya.

Apakah sosialisasi dengan masyarakat sudah menyerap aspirasi masyarakat dan Amdalnya dari pusat apakah sudah sesuai.

Andi Wawo mannonjengi Anggota DPRD mengatakan kita di atur oleh peraturan daerah, namun kita juga harus merespon aspirasi masyarakat terkait Proses pengolahan limbah B3 di Kabupaten Barru.

“Kami ingin tau proses pengelohan limbah, apa kah sesuai dengan prosesnya.Apakah peralatan pengelolaan Limbah ini sudah canggih untuk menangani proses pengolahan limbah dan walaupun sudah sesuai kami tetap mempertanyakan terkait Prosesnya.

Syahrul Ramadhan Anggota DPRD mengatakan, Apa Efek dari pengelohan limbah ini.

“Saya Sangat apresiasi kalau ada inpestasi karena akan membuka lahan pekerjaan untuk penduduk lokal, namun kita perlu tau apakah sudah sesuai dengan prosedur,” ucap Syarul Ramadhani.

Sebelum kita menentukan lokasi kita harus melihat aturan lingkungannya, apakah itu sesuai dengan industri limbah karena di lokasi tersebut akan berdiri industri-industri seperti industri makanan.

Mursalim Ketua Komisi-1 DPRD Barru mengatakan DPRD Barru melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan Hidup Provinsi karena banyak masalah yang temukan.

Sudah ada beberapa laporan yang masuk terkait rencana Pembangunan pengelolaan Limbah B3 di Barru.

Kadis Lingkungan Hidup Muh.Taufiq Mustafa, mengatakanIzin Lingkungan PT. Mitra Hijau Asia diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, kami hanya perpanjangan tangan.

Sosialisasi Amdal sudah dilakukan di Garongkong dan Kantor Camat Barru pada tanggal 5 Desember 2018.Proses izin PT. Mitra Hijau Asia sudah sesuai mekanisme yang ada.

Apabila kedepan proses limbah yang dikelolah PT. Mitra Hijau Asia membahayakan bagi warga kami akan lakukan teguran dan apabila tidak mengindahkan kami akan melakukan penutupan.

Riory Rifandy Direktur PT. Mitra Hijau Asia mengatakan, Proses pembuatan izin Dokumen Amdal sudah dimulai sejak 2018 di Kementerian sampai tanggal 24 Februari 2020.

PT. Mitra Hijau Asia akan melaksanakan proses limbah B3 dengan menggunakan mesin dengan suhu diatas 1200 celsius.
3) Adapun luas lahan PT. Mitra Hijau Asia seluas 2 Ha. Kapasitas limbah yang dikelolah PT. Mitra Hijau Asia sebanyak 12 ton perhari.(*)

Tim: redaksi radarbarru.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *