Rabu, Maret 3Barru dalam Genggaman
Shadow

Prosesi “Tarang Ati” Warnai Kenaikan Kelas Pengajian K-Apel

RADARBARRU.COM–Kenaikan kelas Iqra ke Tajwid Alquran ibu-ibu Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) dilakukan dengan prosesi adat Tarang Ati.

Seperti diselenggarakan di pusat pengembangan potensi Masyarakat Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) Jalan Dg. Tata 3 Lorong Dg. Jakking, Minggu (21/2/2021).

Founder K-Apel Rahman Rumaday dalam keterangannya kepada Media menyampaikan kekagumannya kepada para ibu yang bernaung dibawah bendera K-Apel dalam pengajian.

“Kagumka dengan semangatnya para ibu K-Apel ini, walaupun hujan deras, mereka tetap datang mengaji. Inilah yang membuat semangat buat saya untuk terus membina mereka,” ungkapnya.

“Ini yang menjadi contoh sehingga di beberapa tempat lain Terinspirasi melakukan pengajian, terinspirasi dari nenek-nenek disini yang mengaji dari Iqra,” tambahnya.

Pada kenaikan kelas kali ini 5 orang santriwati pengajian di antaranya, Jawariah (45), Afrianti (45) Suriati Dg. Nia (64), Hasnatia Dg. Ke”nang (61) dan Suriani.

Kenaikan kelas ini, ditandai dengan acara doa dan dilanjutkan dengan acara Tarang Ati, berupa penyuapan penganan Tarang Ati yang terdiri parutan kelapa dan gula merah.

Menurut Jawariah makna dari Tarang (Tajam) Ati (Hati) agar orang yang mengaji ini lebih tajam lagi membaca Alquran dan hatinya dapat memaknai apa yang dibacanya.

Prosesi Tarang Ati dimulai oleh Ketua Pengajian Suriati Tube yaitu memberikan suapan parutan kelapa dan gula merah kepada salah satu ibu pengajian yang dilanjutkan penyuapan kepada Suriani oleh suaminya, Rais Dg Kulle yang mendapat tepukan gemuruh.

Kelimanya berharap agar kegiatan ini terus berlanjut, jangan sampai putus ditengah jalan hingga mereka dapat khatam Alquran.

Senada dengan itu, Ketua Pengajian K-Apel Suriati Tube berterima kasih kepada Founder K-Apel yang siap membimbing mereka untuk mengetahui alquran.

“Kami harap agar Pak Rahman ini tetap diberi kesehatan agar kami dapat terus menimba ilmu darinya,” ucapnya.

“Walaupun pengajian kami baru berumur 6 bulan, namun semangat dari para ibu ini sungguh luar biasa dan tak malu untuk belajar, walaupun memulai dari kelas iqra,” tandasnya.

(Om Awing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *