Kamis, September 23Barru dalam Genggaman
Shadow

Segera Cek Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu di dtks.kemensos.go.id, Begini Cara Mencairkannya

RADAR BARRU.COM – Untuk meringankan beban masyarakat saat Pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo telah resmi menyalurkan bansos 2021 pada 4 Januari 2021.

Ada tiga jenis bansos yang diluncurkan ke 34 provinsi, yakni program keluarga harapan (PKH), program sembako, dan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 300 Ribu.

Sementara itu, Asisten Deputi Penanganan Kemiskinan Kemenko PMK, Ade Rustama, mengatakan masyarakat perlu mendapat edukasi untuk melaporkan diri secara mandiri apabila merasa berhak untuk masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Untuk itu, sarana untuk pelaporan mandiri ini, perlu disiapkan di setiap Desa/Kelurahan, salah satunya melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos),” ujarnya, dikutip dari kemenkopmk.go.id.

Hal tersebut juga untuk percepatan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sasaran BST
Keluarga anggota PKH yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

Keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum menerima bansos.

Melansir dari Tribunnews.com, Sabtu (09/01/2020) program BST ini akan berjalan dari Januari hingga April 2021.

Cara Cek Terdaftar DTKS
Klik laman dtks.kemensos.go.id.
Simak kolom paling atas, terdapat beberapa kolom pencarian data diri.
Masukkan Nomor Kepesertaan dari ID, pilih salah satu. Bisa menggunakan NIK, ID DTKS/BDT, dan Nomor PBI JK/KIS.
Masukkan Nama yang sesuai dengan ID yang dipilih.

Masukkan kode yang tertera.
Lantas klik Cari. Setelah itu akan muncul keterangan ID yang tersebut sudah masuk dalam daftar DTKS atau belum.
Halaman dtks.kemensos.go.id.
Halaman dtks.kemensos.go.id. (Tangkap layar dtks.kemensos.go.id.).
Cara Masuk DTKS

Berikut cara masuk DTKS, melansir dari dtks.kemensos.go.id:

Masyarakat (fakir miskin) mendaftarkan diri ke Desa/Kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK.
Hasil pendaftaran aktif fakir miskin ke Desa/Kelurahan, selanjutnya akan dilakukan Musyawarah di tingkat Desa/Kelurahan untuk membahas kondisi warga yang layak masuk kedalam DTKS berdasarkan prelist awal dan usulan baru.

Musdes/Muskel akan menghasilkan Berita Acara yang ditandangani oleh Kepala Desa/Lurah dan perangkat desa lainnya, yang kemudian menjadi Prelist Akhir.

Prelist Akhir dari Hasil Musdes/Muskel digunakan oleh Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi dan validasi data dengan instrumen lengkap DTKS melalui kunjungan rumah tangga.

Data yang telah diverifikasi dan divalidasi kemudian diinput di aplikasi SIKS Offline oleh Operator Desa/Kecamatan.

Data yang sudah diinput di SIKS Offline kemudian di eksport berupa file extention siks.
File ini kemudian dikirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan import data ke dalam Aplikasi SIKS Online.
Hasil verifikasi dan validasi ini dilaporkan kepada bupati/wali kota.

Bupati/wali kota menyampaikan hasil verifikasi dan validasi Data yang telah disahkan kepada Gubernur untuk diteruskan kepada Menteri.
Penyampaian dilakukan dengan cara mengimpor data hasil verifikasi validasi ke SIKS-NG dengan mengupload surat Pengesahan Bupati/Wali Kota.

Penerima Bansos Rp 300 Ribu akan menerima surat undangan yang berisikan barcode serta informasi dasar penerima bantuan dari pihak pejabat daerah, atau dalam hal ini Ketua RT.

Dari undangan tersebut masyarakat akan mengambil bansos ke kantor pos, sesuai dengan jadwal yang ada.

Kemudian masyarakat wajib membawa undangan tersebut untuk mengambil bansos.Selain surat undangan penerima bansos juga wajib membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK).

Setelah menunjukkan undangan dan KTP atau KK, petugas akan melakukan scanning barcode pada surat undangan.

Saat sudah selesai, masyarakat akan langsung menerima bansos tunai Rp 300 ribu.

Sekadar informasi, saat mencairkan dana bansos tunai Rp 300 ribu ini tidak mendapat potongan sepeser pun.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *