Minggu, Mei 16Barru dalam Genggaman
Shadow

Pemkab Barru Siap Melaksanakan Vaksinasi Covid-19

RADAR BARRU.COM – Sekretatis Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Abustan, menegaskan Pemerintah Kabupaten Barru siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya penanganan virus corora di daerah itu.

Sekda Barru menegaskan hal tersebut saat dikonfirmasi usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Vaksin Covid-19 dan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Barru Sistem Information Center (BASIC) Lantai II Kantor Bupati, Selasa (05/01/2021).

“Belum ada data riil berapa jumlah vaksin yang akan kita terima, tapi yang pasti kita sudah siap melakukan vaksinasi dan tahap awal diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan,” jelas Abustan.

Abustan mengatakan, terkait vaksinasi covid-19 dia berharap disikapi secara wajar dan jangan terpancing dengan issu yang belum tentu benar. Misalnya ada berita beredar bahwa di Makassar ada masyarakat yang sudah divaksin tiba-tiba tangannya kaku dan bengkok. Berita tersebut sudah pasti tidak benar atau hoax.

“Bagaimana mungkin ada orang yang divaksin tiba-tiba tangannya kaku dan bengkok sementara vaksinnya saja baru hari ini tiba. Itu artinya bisa dipastikan kalau berita itu tidak benar atau hoax,” tegasnya.

Sementara itu, dalam Rakor virtual tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa, penyuntikan vaksin perdana akan dilaksanakan di tingkat nasional pada 13 Januari 2021, dan selanjutnya akan dilaksanakan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota pada tanggal 14 dan 15 Januari 2021.

Dikatakan, jumlah kebutuhan vaksin di seluruh Indonesia berjumlah 181,5 juta jiwa. Sasaran vaksin ini telah diperluas untuk mencakup penduduk usia di atas 59 tahun dan komorbid yang terkontrol. Vaksinasi juga lanjut dia akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan mereka yang bekerja di bidang pelayanan publik.

Selanjutnya Menkes, Budi Gunadi berharap adanya keterlibatan dari pejabat publik, pengurus organisasi profesi, tenaga kesehatan, dan tokoh agama pada saat penyuntikan perdana di semua tingkatankan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *