Kamis, Maret 4Barru dalam Genggaman
Shadow

Razman Nasution: Ada Temuan Fakta Baru

RADAR BARRU – Sidang lanjutan gugatan perceraian FS atau Bunda Isun dan IE memasuki agenda pemanggilan para saksi serta penyerahan barang bukti tambahan yang berlangsung di Pengadilan Agama Sumber. Rabu (11/11).

Meskipun begitu, pihak IE tetap mengikuti jalannya proses sidang di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon. Sambil menunggu proses pelaporan istri sah IE ke PTUN Bandung, terkait keaslian buku nikah yang di klaim pihak Bunda Isun .

Pengacara IE, Razman Arif Nasution mengatakan, sidang hari ini mengagendakan pemanggilan dan mendengarkan keterangan saksi dari FS atau Bunda Isun. Ini semakin membuka tabir, kebenaran yang sesungguhnya, karena menemukan fakta baru terkait tentang keberadaan wali nikah Bunda Isun yakni Syamsuri.

“Sebelumnya hakim sudah diingatkan jangan sampai dikabulkan, kenapa? Karena bahwa persidangan itu menemukan fakta baru diantaranya adalah tentang keberadaan Syamsuri sebagai wali nikah,” kata Razman Rabu (11/11)

Razman melanjutkan saat persidangan hakim terkejut karena dari pihak Bunda Isun menghadirkan keponakannya sebagai saksi.

“Hakim tadi terkejut ketika kami karena saksi dari pihak FS yang menghadirkan keponakannya. Ketika saya tanya kamu mengerti nggak, hubungannya apa?seperti apa hubungannya kamu, ternyata dari nenek ke nenek ada dua tingkat sehingga kita juga mengatakan bahwa tiga tingkat, jadi keponakan sebagai apa? Jadi kami lihat tadi sebagai dugaan rekayasa. Sehingga saya mengatakan bahwa kalau memang benar anda keponakan, saya tanya siapa orang tua FS dia mengatakan Samsuri,” lanjut Razman

Razman menambahkan, saksi mengatakan, pada waktu terjadi pernikahan antara IE dan FS ada acara syukuran di Cilacap.

“Katanya, saksi hadir terus saya tanya saksinya, anda lahir tahun berapa? saksi jawab lahir tahun 1991, sementara IE tahun 2003 artinya umurnya saksi saat itu 12 tahun. Saksi bilang ingat nama orang tua FS itu Samsuri, sementara waktu syukuran saksi tidak lihat wajahnya, saya tanya ketika sukuran di Cilacap apakah saksi melihat ada pak Samsuri saksi bilang gak ingat, ini menjadi pertanyaan,” tambahnya

Sementara menurut Razman, ketika ditunjukkan bukti bahwa sebagai wali nikah pernikahan IE dan FS pada tahun 2003 itu di Cirebon dibuktikan dengan tulisan Samsuri. Padahal, Samsuri sudah meninggal pada tahun 1995.

“Saya tunjukkan ini makam Samsuri, ini batu nisannya meninggal tahun 1995. Hakim kaget dan mengatakan pada waktu pembuktian tolong berikan ke kami itu di leges sebagai keterangan yang asli,” paparnya

Surat asli keterangan yang mengatakan bahwa Samsuri meninggal tahun 1995, itu sudah terima copyannya. Namun, hakim minta aslinya dan di leges.

Kemudian, bahwa saksi itu harus mengetahui, melihat, merasakan atau mengalami. Tadi saksi yang dihadirkan FS dua itu tidak pantas menjadi saksi karena saksi yang kedua yang mengaku keponakan tidak mengetahui sebab musabab ributnya rumah tangga.

Ke ketiga, saksi dari tetangganya FS di Sutawinangun, bertetangga pada tahun 2010, setelah itu FS pindah ke Cideng, dan hanya sekali kali berkunjung.

“Saya tanya apakah anda tau pernah ada keributan?dia bilang tidak tau. Apakah ada pertengkaran tidak tau.
Sementara didalam materi gugatan mereka dikatakan cekcok, IE pencemburu kemudian ada wanita idaman lain, sehingga IE meninggalkan rumah,” ujarnya

Disaat bersamaan pengacara FS atau Bunda Isun, Yudia Alamsyah mengatakan persidangan gugatan perceraian antara FS sebagai penggugat dengan IE sebagai tergugat, dengan agenda persidangan keterangan saksi dari pihak penggugat.

“Keterangan saksi dari piihak kami, makanya ini bahwa persidangan ini tetap dilanjutkan karena Pengadilan Agama sumber berwenang untuk mengadili perkara tersebut dan secara hukum membantah semua apa yang di statement kan oleh pihak tergugat bahwa legalitas pernikahannya juga tidak sah palsu. Nah di sini sudah dibuktikan oleh Pengadilan Agama Sumber yang sudah dikaji secara hukum secara bukti secara dan diputus dengan putusan sela bahwa perkara tersebut tetap lanjut, nah sekarang bukti dari lanjutnya perkara itu hari ini adalah keterangan saksi dari kami penggugat,” katanya

Menurut Yudia, proses hukum di Pengadilan Agama masih profesional dari pernikahan FS dan IE sudah dapat dibuktikan dan Pengadilan Agama Sumber berwenang untuk mengadili perkara tersebut atas esensi dari pihak tergugat 3 orang untuk saksi.

“Kami melihat dari tergugat ada etikad tidak baik ingin menghilangkan status cukup kami mengambil langkah hukum untuk memperjuangkan hak-hak kami jangan disepelekan atau dibuang haknya secara hukum karena pernikahan itu ada hak dan kewajiban jangan seenaknya meninggalkan menikahi orang lalu meninggalkan pindah agama ke satu agama yang lainnya inilah yang perlu kami luruskan” tuturnya

Yudia menambahkan perceraian ini perlu ditegaskan, karena gugatan sekarang ini adalah gugatan perceraian dan memohon ke majelis hakim untuk dikabulkannya gugatan penggugat.

Laporan: (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *