Jumat, April 16Barru dalam Genggaman
Shadow

LMDH BKPH Indramayu Belajar Jurnalistik dan Ilmu Hukum

RADAR BARRU.COM- Masyarakat Desa Cemara Kecamatan Cantigi dan sekitarnya yang bernaung di Lembaga Masyarakat Desa Hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (LMDH BKPH) Indramayu digembleng pelatihan jurnalistik dan penyuluhan hukum.

Dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Tomi Indra Priyanto, S.E (Pemimpin redaksi Indramayujeh.com & ciremaitoday.com) serta Adi Iwan Mulyawan, S.H (Pengacara), digelar di aula Kantor BKPH Indramayu pada Selasa (29/12/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga masyarakat desa hutan ini untuk menambah wawasan bagi petani hutan terkait perkembangan teknologi informasi di era digitalisasi.

“Petani hutan juga harus melek informasi. Mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mempublikasikan produksi yang dihasilkan oleh petani hutan. Jadikan media massa baik cetak, elektronik serta online sebagai mitra untuk mempromosikan produk petani agar dapat dilirik oleh masyarakat luas baik di Indramayu, pulau Jawa bahkan sampai seantero nusantara,” ungkap Tomi Indra Priyanto, S.E.

Ia menjelaskan petani hutan yang melek informasi diyakini akan bisa bersaing dan mampu bertahan ditengah persaingan global.

“Petani hutan yang menanam mangrove misalnya, bisa berkreasi untuk menciptakan produk unggulan. Promosi yang digunakan harus memanfaatkan kemajuan teknologi. Ini yang harus dimaksimalkan,” kata Tomi.

Dalam kesempatan ini, Tomi Indra Priyanto juga memaparkan tentang perkembangan media dari masa ke masa serta tugas dan fungsi pokok wartawan.

Sementara itu, Adi Iwan Mulyawan, S.H mengatakan setiap profesi memiliki resiko, termasuk petani hutan. Apalagi bagi kelompok petani hutan yang kerap mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Tetap fokus dalam bekerja dan menghasilkan produk yang berkualitas untuk kesejahteraan petani dan masyarakat luas,” kata dia.

Sementara itu, Ketua LMDH Mangrove Mina Lestari Desa Cemara, Karsudi mengatakan acara yang digelar lembaga masyarakat desa hutan tersebut cukup bermanfaat.

“Banyak ilmu dan wawasan baru. Masyarakat hutan jadi lebih punya pemahaman yang lebih luas tentang teknologi informasi serta ilmu hukum di Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Dewa
Editor: Iwan
Sumber: Radarbarru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *